|
|
|
|
KOTI MAHATIDANA - KALTIM | SEJARAH ORGANISASI
Sejarah Organisasi
MASA AKHIR YAPTO
Mubes VIII Pemuda Pancasila di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur boleh jadi menjadi catatan sejarah tersendiri, karna kemungkinan merupakan masa terakhir kepemimpinan Yapto S Soerjosoemarno setelah 55 tahun
TUBUH lelaki itu masih tegap. Penampilannya pun terlihat gagah dengan seragam loreng khas Pemuda Pancasila, ditambah dengan berbagai embelem lencana di dada yang diproleh dari berbagai penghargaan. Tapi usia tidak bisa di bohongi, tanda-tanda kekuatan itu mulai nampak pada kulit dan wajah japto Sulistyo Soejosoemarno. "Saya berharap ini kepemimpinan terahir, karna saya yakin pada lima tahun ke depan sudah banyak kader PP yang jauh lebih baik," ujar Yapto nama panggilan Japto S Soerjosoemarno, dalam pidato setelah menetapkan dirinya menjadi Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional ( MPN ) Pemuda Pancasila pada Mubes VIII di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur. Anehnya,tidak ada yang bertepuk tangan dengan aba-aba yang di sampaikan Yapto. Bahkan sebagian pikiran sebagian puluhan ribu kader PP yang ikut mendengar segera berkecamuk ; siapa bakal mengantikan ketua ?
Besarnya organisasi Pemuda Pancasila tak lepas dari kesetiaan Yapto memimpin sejak berdiri 28 Oktober 1959. Selama delapan kali menyelenggarakan musyawarah besar nyaris tak ada nama lain yang mucul untuk di orbitkan menggantikan sang ketua. Memang ada nama Yoris Raweyai, Ruhut Sitompul yang di anggap punya kans. Hanya saja sampai usia organisasi 50 tahun belum ada yang berani muncul. Yapto mengawali Pemuda Pancasila hanya bermodal 8 provinsi. Itupun hanya tiga provinsi yang memenuhi syarat sesuai dengan Anggara Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD / ART ). Berkat kegigihan Yapto,akhirnya sekarang 33 Provinsi ( MPW ) dan 480 Majelis Pimpinan Cabang ( MPC ) terwakili jumlah anggota keseluruhan ditaksir tak kurang 10 juta keder, Sekarang sudah yakin,setelah samua sarana dan prasarana selesai,saya berharap ini kepemimpinan yang terakhir kali, ujar Yapto mengulang ucapan itu pada acara penutupan, Serana dan prasarana yang dimaksud adalah sekretariat yang segera dibangun dengan biaya patungan dari kader-kader PP di seluruh daerah. Namun yang lebih menyakinkan, karna kader PP yang biasa disebut dengan ' Preman' sudah punya sumber daya manusia yang beragam, Yang siap memasuki hiruk pikuknya politik Indonesia.
Pergantian pimpinan di tubuh Pemuda Pancasila, sebenarnya bukan isu baru. Sejak dulu, sebagian kader sudah menghendakai adanya perubahan-perubahan itu hanya saja kandas dan tak ada ruang untuk niknya figur baru. Tiap kali disampaikan pandangan umum oleh masing-masing derah, selalu saja tidak ada nama lain yang muncul selain Japto S Soerjosoemarno, Itu pula yang membuat organisasi ini menjadi unik karana sebenarnya amanat menjadi pimpinan itu bukan di kehendaki oleh Yapto dengan cara meminta-minta atau menyuap para utusan daerah agar memilihnya sebagai kader-kader PP di seluruh Indonesia merasa, memang masih Yapto Yang terbaik sehingga tanpa tim suksespun dia tetap saja unggul.....Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang....Pancasila Abadi....Pancasila Abadi...Pancasila Abadi...../.....By Rakhmat Noveri
|
|
Banner 1
|
|
PT. AL-AMANAH TUJUH-TUJUH
CV. TUJUH-TUJUH
CV. PIAWAI BUMI ALAM PERKASA
KSU MAHATIDANA |
|